Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Batam Kota menyelenggarakan Silaturrahmi sekaligus Kajian Bulanan dengan tema "Kepemimpinan Islam Masa Kekhalifahan Usman - Muawiyah" pada Sabtu, 23 Agustus 2025 bertempat di Kantor Sekretariat PCM Batam Kota yang dilaksanakan ba'da Ashar. Dihadiri oleh Pengurus PCM Batam Kota, pengurus ranting se batam kota serta warga muhammadiyah batam kota.

Intisari Kajian: Kepemimpinan dan Tantangannya
Kajian kali ini diisi oleh Ustadz Heri Fadrianto, S.Ag., M.Ag. (Wakil Ketua PCM Batam Kota Bidang Tabligh, Tarjih dan Tajdid). Dalam paparannya, Ustadz Heri mengupas tuntas dinamika kepemimpinan yang terjadi pada masa Khalifah Usman bin Affan hingga periode Muawiyah bin Abi Sufyan. Beliau menjelaskan bahwa era Khalifah Usman adalah masa transisi penting yang penuh tantangan. Beliau menyoroti kebijakan-kebijakan strategis Khalifah Usman, termasuk standarisasi mushaf Al-Qur'an dan perluasan wilayah Islam yang masif. Namun, Beliau juga tak luput membahas isu internal yang memicu konflik, seperti tuduhan nepotisme yang pada akhirnya berujung pada fitnah besar dan terbunuhnya Khalifah Usman.
Selanjutnya, Ustadz Heri memaparkan bagaimana konflik tersebut berkembang menjadi perselisihan politik antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan. Beliau menekankan bahwa perpecahan tersebut merupakan pelajaran berharga bagi umat Islam tentang bahaya perseteruan dan pentingnya menjaga persatuan. Periode Muawiyah, yang menandai dimulainya Dinasti Umayyah, menjadi penanda perubahan sistem kepemimpinan dari khilafah yang bersifat musyawarah menjadi monarki atau dinasti. Ustadz Heri menguraikan kebijakan-kebijakan Muawiyah, termasuk penguatan militer dan administrasi, yang berhasil membawa stabilitas pasca-konflik.
Kajian ini mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari sejarah kepemimpinan tersebut. Menurut Ustadz Heri, kepemimpinan Islam harus didasarkan pada keadilan, amanah, dan persatuan, sebagaimana dicontohkan oleh para pendahulu. Tantangan yang dihadapi oleh para khalifah di masa lalu relevan dengan tantangan kepemimpinan di era modern, yaitu bagaimana mengelola kekuasaan tanpa melupakan prinsip-prinsip Islam.

Ketua PCM Batam Kota, Bapak Sutrisno, menyatakan bahwa kajian ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk terus mengedukasi umat melalui pemahaman sejarah Islam. "Kami berharap, melalui kajian ini, kita bisa belajar dari sejarah untuk membangun kepemimpinan yang lebih baik di masa kini dan masa depan," ujar Bapak Sutrisno.
Kajian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan warga Muhammadiyah Batam Kota, tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan bertanggung jawab, khususnya bagi para kader dan pengurus Muhammadiyah. Senada dengan penuturan dari Bapak Ketua PCM Batam Kota, Ustadz Heri Fadrianto juga berharap bahwa PCM Batam Kota dapat menjadi pionir dalam kegiatan dakwah secara kultural.
Tulis Komentar